Welcome to My Website

My Sugesti Colour

"Hidup Adalah Berbuat Untuk Kebajikan"

Bersyukur dengan apa yang ada dalam berusaha melakukan Perubahan dan Perbaikan menggantungkan Harapan pada sebuah cita-cita agar bermanfaat untuk orang lain Nusa dan Bangsa, serta berbuat untuk kebajikan karena hidup adalah anugerah

Kantor DPD PAN Kota Medan
Untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan 1432 Hijriyah, DPD PAN Kota Medan menggelar kegiatan yang dikemas dalam tema Ramadan PAN Fair 2011. Kegiatan itu akan berlangsung setiap hari di bulan Ramadan. “Untuk menyemarakkan bulan suci, kami gelar PAN Fair, sekaligus untuk tasyakuran HUT ke-13 PAN,” kata Ketua DPD PAN Kota Medan H Ahmad Arif, Minggu (31/7) di Rumah PAN Jalan Katamso Medan. Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris DPD PAN Kuat Surbakti, Ketua Panitia Acara H Zulkarnain Yusuf Nasution, Wakil Ketua Panitia H T Bahrumsyah, Sekretaris Panitia Edwin Sugesti SE dan unsur pengurus lainnya.
Arif mengimbau kepada seluruh kader dan simpatisan PAN di Kota Medan agar memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk melakukan refleksi dan instropeksi diri. “Mari kita intropeksi diri terhadap kesalahan-kesalahan dan kita perbanyak ibadah serta sedekah, kita makmurkan masjid dan kembali tingkatkan silaturahmi,” ajaknya. Ketika disinggung mengenai Ramadan PAN Fair 2011, Zulkarnain Yusuf menerangkan kegiatan itu akan digelar selama 30 hari di bulan Ramadan. Acara itu termasuk diantaranya berbuka puasa yang digelar setiap hari di rumah PAN, Jalan Brigjend Katamso Medan. “Rumah PAN siapkan menu berbuka puasa setiap hari,” sebutnya. Kegiatan lain, paparnya, berupa kegiatan sosial meliputi pengobatan gratis di sejumlah kecamatan di Medan, santunan bahan pokok makanan bagi keluarga fakir miskin di Medan serta memberi bantuan untuk memakmurkan mushalla dan masjid. “Santunan lebaran bagi anak yatim piatu juga telah kita siapkan,” tandasnya.



KONTROVERSI FILM BALIBO

Rabu, 02 Desember 2009

Setelah MUI mengeluarkan fatwa melarang pemutaran film 2012 di Indonesia satu lagi film yang dilarang penayangannya di ajang Jakarta Internasional Film Festival (JIFFest) ke-11 Desember ini. Film Balibo karya Robert Connoly itu menceritakan pembunuhan lima wartawan asing oleh tentara RI saat konflik Timor Timur pada 1975. Tentu film yang sudah dirilis sejak awal 2009 di Australia itu mengandung kontroversi. Pasalnya Pemerintah Indonesia menyatakan para wartawan media yang berbasis di Australia itu tewas karena terjebak dalam baku tembak, bukan sengaja dibunuh seperti yang diceritakan dalam film itu.

Sebaiknya sebelum pelarangan pemutaran film ini pemerintah Indonesia harusnya mempertimbngkan lebih dahulu efek yang akan timbul dari pelarangan tersebut, menurut kebiasannya orang akan semakin mencari – cari ingin mengetahui kenapa harus dilarang dan akan membuat kontroversi yang tak terbendung yang tentunya akan merepotkan pemerintah Indonesia sendiri.


Seperti yang di utarakan pengamat intelijen Suripto kepada detikcom, Kamis (3/12/2009).
"Coba diadakan cek dan ricek evaluasi bersama intelijen RI dan Australia. Hasilnya bagaimana. Apa benar saat itu ada seperti itu (penembakan 5 jurnalis Australia). Baru melarangnya,".

Suripto mengatakan, setelah menemukan hasil dari evaluasi tersebut, intelijen memberikan masukan kepada pemerintah apakah memang benar para wartawan Australia itu merupakan pengacau pada waktu itu. Setelah itu, mempertimbangkan kembali apakah film itu layak diputar atau tidak.

"Dari hasil evaluasi baru ada statement. Jangan statement dulu buru-buru. Harus dilakukan penyelidikan," ungkapnya.


Dimana masyarakat Indonesia yang sudah mulai terbuka dengan arus informasi dan komunikasi, serta lebih dewasa dalam menilai sebuah film. Sehingga segala bentuk pelarangan film dinilai justru akan kontraproduktif.
Disamping pemutaran film ini penting untuk memberikan informasi kepada publik, mengenai peristiwa dari sudut pandang lain, selain dari yang disampaikan pemerintah Indonesia selama ini.

*//dari berbagai sumber

Share/Save/Bookmark

JAKARTA - Belakangan ini para investor mencintai Indonesia. Patokan indeks saham naik 115 persen berdominasi mata uang lokal dalam 12 bulan terakhir. Kekayaan para taipan pun langsung melonjak.

Semenjak krisis global yang bermuara di Amerika Serikat, Asia menjadi ranah terbaik. Posisi nomor satu diduduki China. Pilihan negara lainnya, Indonesia. Alasannya, cukup lebih baik dari perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia. Stabilitas dirasakan investor, pada Juli lalu Susilo Bambang Yudhoyono saat terpilih kembali menjadi presiden. Ketahanan umum resesi global yang menyeret banyak korban pun tidak terjadi di Indonesia.

Tidak mengherankan jika kemudian nasib pebisnis papan atas di Tanah Air menjadi melambung. Berdasarkan majalah Forbes, nilai rata-rata kekayaan para taipan bertambah menjadi USD42 miliar dari kekayaan USD21 miliar tahun lalu. Tercatat, kekayaan sembilan taipan Indonesia setidaknya naik 300 persen dibanding pada 2008.

Indonesia kini terditeksi 12 miliarder dengan total kekayaan sekira USD28 miliar. Padahal sebelumnya hanya tujuh miliarder, termasuk oleh Low Tuck Kwong, pengusaha batu bara Bayan Resources. Taipan ini masuk dalam jajaran orang terkaya berkat nilai sahanya yang meningkat 474 persen dalam satu tahun terakhir.

Miliarder batu bara lainnya adalah Aburizal Bakrie, yang tak lain adalah pemilik PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Sahamnya meroket, dan membuat dirinya mendapatkan kembali status miliarder tahun ini setelah hampir kehilangan sebuah kemasan dalam krisis kredit global tahun sebelumnya.

Berikut daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes:

1. R Budi & Michael Hartono, kekayaan USD7 miliar.
2. Martua Sitorus, kekayaan USD3 miliar.
3. Susilo Wonowidjojo, kekayaan USD2,6 miliar.
4. Aburizal Bakrie, kekayaan USD2,5 miliar.
5. Eka Tjipta Widjaja, kekayaan USD2,4 miliar.
6. Peter Sondakh, kekayaan USD2,1 miliar.
7. Putera Sampoerna, kekayaan USD2 miliar.
8. Sukanto Tanoto, kekayaan USD1,9 miliar.
9. Anthoni Salim, kekayaan USD1,4 miliar.
10. Soegiharto Sosrodjojo, kekayaan USD1,2 miliar.
11. Low Tuck Kwong, kekayaan USD1,18 miliar.
12. Eddy William Katuari, kekayaan USD1,100 miliar.
13. Chairul Tanjung, kekayaan USD990 juta.
14. Garibaldi Thohir, kekayaan USD930 juta.
15. Theodore Rachmat, kekayaan USD900 juta.
16. Edwin Soeryadjaya, kekayaan USD800 juta.
17. Trihatma Haliman, kekayaan USD750 juta.
18. Ciliandra Fangiono, kekayaan USD710 juta.
19. Arifin Panigoro, kekayaan USD650 juta.
20. Murdaya Poo, kekayaan USD600 juta.
21. Hashim Djojohadikusumo, kekayaan USD500 juta.
22. Kusnan & R, kekayaan USD Kirana, kekayaan USD480 juta.
23. Prajogo Pangestu, kekayaan USD475 juta.
24. Harjo Sutanto, kekayaan USD470 juta.
25. Mochtar Riady, kekayaan USD440 juta.
26. Eka Tjandranegara, kekayaan USD430 juta.
27. Ciputra, kekayaan USD420 juta.
28. Hary Tanoesoedibjo, kekayaan USD410 juta.
29. Sandiaga Uno, kekayaan USD400 juta.
30. Boenjamin Setiawan, kekayaan USD395 juta.
31. Alim Markus, kekayaan USD350 juta.
32. Aksa Mahmud, kekayaan USD330 juta.
33. Sutanto Djuhar, kekayaan USD325 juta.
34. Kartini Muljadi, kekayaan USD320 juta.
35. Soegiarto Adikoesoemo, kekayaan USD300 juta.
36. George Santosa Tahija & Sjakon George Tahija, kekayaan USD290 juta.
37. Paulus Tumewu, kekayaan USD280 juta.
38. Husain Djojonegoro, kekayaan USD260 juta.
39. Bachtiar Karim, kekayaan USD250 juta.
40. Kris Wiluan, kekayaan USD240 juta.
(rhs)
Sumber : okezone.com
Share/Save/Bookmark

Jakarta - Sejumlah anggota DPR dari Komisi VI DPR RI berniat menggulirkan hak angket kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China (ASEAN-China Free Trade Agreement/ACFTA). Mereka menilai industri dalam negeri belum siap, namun pemerintah sudah berani menandatangani ACFTA.

Anggota DPR Komisi VI DPR RI Nasril Bahar mengatakan jika memang memungkinkan perlu dilakukan hak angket terkait ACFTA. Menurutnya hal itu perlu, terkait adanya penjelasan dari pemerintah soal pertanggungjawaban menteri perdagangan mengenai kesiapan Indonesia menyongsong ACFTA, padahal menurutnya industri dalam negeri belum siap.

"Akan dicetuskan nanti di 2010, kita minta pertangungjawaban Bu Menteri Perdagangan, kalau perlu dicopot," katanya usai acara raker Depperin dengan komisi VI, DPR-RI, Rabu (25/11/2009).

Dikatakannya, jika memang nanti angket bergulir, maka yang perlu patut dipertanyakan adalah masalah keputusan pemerintah dalam memposisikan industri dalam negeri sudah siap menyambut FTA.

Soal usulan pencopotan menteri perdagangan diakuinya tidak akan menyelesaikan masalah, namun kata dia, setidaknya itu sebagai pertanggungjawaban.

"Soal ready, perlu dibertanggungjawabkan, kalau pelaku usaha tutup dan gulung tikar karena FTA bagaimana. Sesungguhnya kita belum siap. Ini (angket) usulan Faisal Basri yang akan disambut oleh komisi VI," katanya.

Sementara itu anggota komisi VI lainnya Airlangga Hartarto mengatakan dalam mekanisme angket harus memiliki landasan yang kuat termasuk soal kemungkinan pelanggaran undang-undang. Sehingga adanya keinginan angket FTA dinilai tidak memiliki dasar yang kuat karena, ACFTA itu sendiri sudah memiliki dasar agreement yang jelas.

"Angket itu kan sekarang hanya Century, kalau angket perlu ada pelanggaran undang-undang, FTA ini kan sudah ada kesepakatan agreement-nya," katanya.

Airlangga justru mengatakan masalah FTA dengan China sebaiknya pemerintah melakukan review ulang kembali terhadap sektor-sektor industri apa saja yang belum dan sudah siap. Semuanya hal itu akan mengacu pada hasil masukan dari dunia usaha dan asosiasi melalui departemen perindustrian.

sumber: Suhendra - detikFinance
Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Ansari Bukhari mengatakan bahwa saat ini pemerintah telah menerima permintaan dari berbagai dunia usaha seperti baja, tekstil, petrokimia dan elektonik untuk dilakukan pengkajian atau review pelaksanaan ACFTA.

Pelaksanaa ACFTA itu sendiri sebenarnya sudah berlaku sejak 2005 lalu, namun khusus untuk 1 Januari tahun 2010 nanti akan mengacu pada perdagangan bebas berbasis produk manufaktur.

"Bukan tidak siap, tidak keluar, mereka minta di-review, bisa jadwalnya," tambah Ansari.

Sumber : Suhendra - detikFinance 

MIMPI YANG HILANG

Kamis, 19 November 2009




               "Mimpi Yang Hilang"

Temanku berkata semua berawal dari mimpi
Sehingga ku tanam mimpi untuk berbakti
Mimpi untuk berbuat kebajikan dalam hidup ini
Mimpi yang bermanfaat untuk seisi bumi

Saat ku mulai menggapai mimpi
Menanaman benih saling percaya dan berbagi
Memupuk simpati  dengan rendah hati
Berharap bersama menggapai mimpi

Dalam lelapku bekerja keras
Membangun prestasi menapaki mimpi
Menunggu hari terbangun dari mimpi
Menatap fajar pagi cerahnya hari

Teman sejalan teman sehati
yang tak pernah saling menyakiti
Saling mendukung meraih mimpi
Penuh moral menjaga hati

Satu persatu rintangan dapat dilalui
Keberhasilanpun sudah menanti
Ucapan selamatpun datang silih berganti
Tanda segera bangun dari mimpi

Langkah akhir sudah dilewati
Kemenanganpun sudah terlampaui
Waktu bersiap berbenah diri
Mimpiku hilang dibawa pergi

Tak percaya dengan kenyataan ini
Mimpi yang hilang ternyata dicuri teman sendiri
Terpaksa aku harus kembali bermimpi
Seperti kata teman ku

Semua berawal dari mimpi….